Wisata Sejarah Trowulan: Mengunjungi Pusat Kerajaan Majapahit dan Candi-Candi Megah

Trowulan, sebuah kecamatan yang kini sunyi di Mojokerto, Jawa Timur, menyimpan rahasia dan kemegahan masa lalu yang luar biasa. Kawasan ini diyakini sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, sebuah imperium maritim yang pernah menyatukan Nusantara pada abad ke-14 hingga ke-15 Masehi. Melakukan perjalanan ke Trowulan bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan Wisata Sejarah yang menghidupkan kembali kejayaan masa lampau. Melalui reruntuhan candi, kolam pemandian kuno, dan koleksi artefak di museumnya, pengunjung dapat merunut jejak peradaban yang pernah dipimpin oleh raja-raja besar seperti Hayam Wuruk, didampingi oleh patih legendaris Gajah Mada. Kompleks situs yang luas ini menjadi bukti nyata kehebatan arsitektur dan perencanaan kota pada masanya.

Salah satu situs terpenting dalam Wisata Sejarah Trowulan adalah Candi Bajang Ratu. Candi ini unik karena bentuknya yang merupakan gapura paduraksa (gapura beratap) dengan arsitektur yang ramping dan menjulang tinggi, dihiasi relief indah. Candi ini diyakini berfungsi sebagai gerbang suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara, raja kedua Majapahit. Keanggunan arsitektur batu bata merahnya yang khas menunjukkan keterampilan luar biasa dari para pembangun pada masa itu. Pengunjung dapat menikmati keindahan Candi Bajang Ratu setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Selain candi, Trowulan juga menyimpan bukti perencanaan kota yang matang, seperti Kolam Segaran. Kolam raksasa berukuran sekitar $375$ x $125$ meter ini berfungsi sebagai waduk atau penampungan air dan diyakini juga digunakan sebagai kolam pemandian atau tempat pertemuan kenegaraan, termasuk menyambut tamu-tamu asing dari kerajaan lain. Pemandian ini menunjukkan kemajuan Majapahit dalam rekayasa hidrologi. Wisata Sejarah di Trowulan diperkaya oleh Museum Trowulan, yang menyimpan ribuan artefak yang ditemukan di situs tersebut, mulai dari keramik Tiongkok, terakota (seperti celengan berbentuk babi), hingga alat-alat upacara.

Berbagai penemuan arkeologi yang dilakukan pada 12 Januari 2023 di sektor selatan situs Trowulan terus menguatkan hipotesis bahwa kawasan ini adalah pusat kota metropolitan Majapahit, lengkap dengan kanal air, pemukiman, dan pusat kerajinan. Hal ini menjadikan Trowulan sebagai warisan yang tak ternilai harganya bagi pemahaman kita tentang sejarah Nusantara.