Ritual Kasada Bromo: Upacara Adat Suku Tengger Melempar Sesajen ke Kawah Gunung Bromo

Gunung Bromo di Jawa Timur tidak hanya dikenal karena pemandangan matahari terbitnya yang memukau, tetapi juga karena warisan budaya yang dipegang teguh oleh Suku Tengger: Ritual Kasada Bromo. Upacara sakral ini adalah perwujudan ketaatan Suku Tengger kepada leluhur dan permohonan keselamatan kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Ritual Kasada Bromo merupakan momen klimaks dari perayaan Yadnya Kasada yang diselenggarakan setiap tahun. Pelaksanaan Ritual Kasada Bromo dilakukan pada bulan ke-12 penanggalan Kalender Jawa kuno, yang biasanya jatuh sekitar bulan Juni atau Juli dalam kalender Masehi, berlangsung selama dua hari penuh.

Inti dari Ritual khusu ini adalah prosesi pelemparan sesajen (Jadnan) ke dalam kawah Gunung Bromo yang masih aktif. Sesajen ini dibawa oleh ribuan warga Tengger yang berjalan kaki dari Pura Luhur Poten di kaki gunung menuju puncak kawah. Sesajen tersebut umumnya terdiri dari hasil bumi, ternak, uang, dan barang berharga lainnya, sebagai simbol persembahan dan tolak bala. Prosesi puncak pelemparan sesajen ini selalu dilakukan tepat pada pukul 00.00 WIB dini hari, pada hari ke-14 bulan Kasada, untuk melambangkan pengorbanan Raden Kusuma dan Rara Anteng.

Persiapan untuk ritual ini sangat matang dan melibatkan koordinasi dari berbagai pihak. Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo biasanya mengumumkan tanggal pasti pelaksanaan ritual sebulan sebelumnya, dan pada hari H, akses ke Gunung Bromo ditutup untuk kendaraan wisata umum mulai pukul 16.00 WIB hingga keesokan harinya, pukul 10.00 WIB. Lebih dari 150 personel gabungan dari TNI/Polri (Polres Probolinggo) dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dikerahkan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan memastikan tidak ada insiden yang tidak diinginkan di tepi kawah.

Upacara adat ini tidak hanya menarik perhatian umat Hindu Tengger, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya internasional, menjadikannya salah satu warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Jumlah wisatawan yang datang untuk menyaksikan Ritual Kasada Bromo pada tahun 2023 tercatat mencapai lebih dari 5.000 orang dari berbagai negara, menunjukkan besarnya daya tarik spiritual dan keunikan tradisi ini. Melalui pelestarian yang ketat dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat, Ritual Kasada Bromo akan terus menjadi saksi bisu keharmonisan budaya dan alam di kaki Gunung Bromo.