Menjelajahi Jejak Majapahit: Menyelami Sejarah Kerajaan Besar di Tanah Jawa Timur
Jawa Timur adalah sebuah provinsi yang kaya akan keindahan alam dan budaya, namun jauh di lubuk sejarahnya, tersimpan kisah kejayaan sebuah imperium besar yang pernah menguasai Nusantara: Kerajaan Majapahit. Artikel ini akan mengajak Anda menyelami sejarah Kerajaan Majapahit, menjelajahi sisa-sisa kemegahan dan warisan budaya yang masih hidup di tanah Jawa Timur. Dengan menyelami sejarah ini, kita akan memahami betapa pentingnya peran Majapahit dalam membentuk identitas Indonesia modern. Mari kita bersama menyelami sejarah sebuah kerajaan yang melegenda.
Kerajaan Majapahit didirikan pada tahun 1293 Masehi oleh Raden Wijaya, menantu Raja Kertanegara dari Singhasari. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389 M) dengan patihnya yang termasyhur, Gajah Mada. Sumpah Palapa Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara di bawah panji Majapahit bukan sekadar legenda, melainkan ambisi nyata yang berhasil diwujudkan, menjadikan Majapahit sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya. Wilayah kekuasaannya membentang luas, meliputi hampir seluruh Nusantara, bahkan pengaruhnya mencapai Semenanjung Malaya dan Filipina.
Pusat Kerajaan Majapahit diyakini berada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Saat ini, Trowulan adalah situs arkeologi yang sangat penting, berfungsi sebagai museum outdoor yang luas. Di sinilah kita dapat menyelami sejarah secara langsung melalui sisa-sisa bangunan dan artefak yang ditemukan. Beberapa situs yang menonjol antara lain:
- Candi Bajang Ratu: Sebuah gerbang paduraksa (gerbang beratap) yang megah, diyakini sebagai pintu masuk ke kompleks suci atau makam raja. Arsitekturnya yang tinggi dan ramping dengan ornamen kala-makara yang khas menunjukkan kehalusan seni bangunan Majapahit.
- Candi Tikus: Kompleks pemandian kuno yang ditemukan terkubur di bawah tanah, menyerupai kolam dengan menara-menara kecil. Fungsinya diyakini sebagai tempat pertapaan atau pemandian raja dan bangsawan. Keunikan strukturnya memberikan gambaran tentang sistem sanitasi dan kepercayaan pada masa itu.
- Kolam Segaran: Kolam air raksasa berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 800 x 500 meter. Kolam ini diyakini berfungsi sebagai penampungan air bersih bagi penduduk ibu kota, dan juga sebagai tempat berekreasi bagi keluarga kerajaan, bahkan mungkin tempat diselenggarakannya pertempuran laut kecil atau penyambutan tamu kenegaraan. Catatan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur per 20 Juni 2025 menyebutkan bahwa Kolam Segaran adalah salah satu struktur air kuno terbesar di Asia Tenggara.
- Museum Trowulan: Museum ini menyimpan ribuan artefak yang ditemukan di situs Trowulan, mulai dari pecahan keramik Cina, perhiasan emas, patung-patung dewa, hingga peralatan rumah tangga. Koleksi museum ini sangat membantu dalam merekonstruksi kehidupan sehari-hari masyarakat Majapahit.
Selain peninggalan fisik, warisan Majapahit juga terasa dalam budaya dan filosofi Jawa. Konsep Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu) yang terangkum dalam kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, merupakan salah satu fondasi filosofis bangsa Indonesia modern, dan lahir di era Majapahit. Seni pewayangan, sastra (seperti Negarakertagama), dan arsitektur Jawa juga banyak mengambil inspirasi dari periode Majapahit.
Meskipun Majapahit pada akhirnya mengalami kemunduran dan keruntuhan, jejaknya tetap abadi di tanah Jawa Timur. Mengunjungi situs-situs bersejarah di Trowulan bukan hanya perjalanan wisata, melainkan sebuah kesempatan untuk menyelami sejarah dan merasakan kembali kebesaran sebuah kerajaan yang pernah menjadi mercusuar peradaban di Nusantara.
