Candi Penataran: Mengungkap Misteri Candi Terbesar di Blitar
Di lereng Gunung Kelud, berdiri megah kompleks percandian terbesar di Jawa Timur, yang menyimpan banyak misteri dan cerita dari masa lampau. Candi Penataran adalah sebuah mahakarya arsitektur yang dibangun secara bertahap sejak abad ke-12 hingga abad ke-15. Kompleks candi ini tidak hanya menjadi pusat keagamaan pada masa Kerajaan Kediri dan Majapahit, tetapi juga cerminan dari keyakinan dan peradaban yang berkembang di masa itu. Mengunjungi Candi Penataran adalah sebuah perjalanan kembali ke masa lalu, di mana setiap relief dan struktur batu menceritakan sebuah kisah yang menunggu untuk diungkap.
Kompleks Candi Penataran memiliki tata letak yang sangat luas, terdiri dari tiga halaman yang terpisah oleh gerbang-gerbang. Di halaman pertama, pengunjung dapat melihat sisa-sisa beberapa bangunan kecil dan sebuah pendopo yang konon digunakan untuk upacara keagamaan. Memasuki halaman kedua, kemegahan candi mulai terasa. Di sini, terdapat bangunan utama yang dikenal sebagai Candi Induk, sebuah struktur yang menjulang tinggi dengan relief-relief yang indah dan rumit. Para arkeolog meyakini bahwa candi ini didedikasikan untuk pemujaan Dewa Siwa, dewa Hindu yang sangat dihormati pada masa itu.
Salah satu hal paling menarik dari Candi Penataran adalah relief-reliefnya yang memukau. Relief-relief ini mengisahkan cerita-cerita epik dari Ramayana dan Krisnayana, sebuah sumber informasi yang sangat berharga bagi para sejarawan. Gaya ukiran relief di candi ini sangat khas dan berbeda dari candi-candi di Jawa Tengah, dengan karakter yang lebih dinamis dan realistis. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh sebuah jurnal arkeologi pada 10 September 2025, relief di Candi Penataran memberikan petunjuk baru tentang seni rupa dan kepercayaan masyarakat Majapahit, yang sebelumnya hanya diketahui dari manuskrip.
Di bagian belakang kompleks, terdapat beberapa candi yang lebih kecil, termasuk Candi Naga dan Candi Angka Tahun. Candi Naga terkenal dengan reliefnya yang menggambarkan naga yang melilit candi, melambangkan perlindungan. Sementara itu, Candi Angka Tahun memiliki pahatan yang sering kali diinterpretasikan sebagai candrasengkala atau penanda tahun. Berdasarkan interpretasi dari seorang sejarawan yang meneliti candi ini pada 14 September 2025, relief pada Candi Angka Tahun menunjukkan tahun 1294 Masehi, yang diduga merupakan tahun pendirian candi ini.
Secara keseluruhan, Candi Penataran adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya. Meskipun sebagian besar bangunannya telah rusak oleh waktu, keindahan dan nilai sejarahnya tetap terpancar. Mengungkap misteri di balik relief-reliefnya, memahami tata letak kompleksnya, dan merenungkan peradaban yang pernah berjaya di sana adalah sebuah pengalaman yang mendalam. Candi ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga sebuah pusat studi yang terus mengungkap rahasia-rahasia dari masa lampau, memastikan bahwa cerita tentang Kerajaan Kediri dan Majapahit akan terus hidup.
